Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Februari 2011

Ayo Selamatkan Bumi !

Untuk menyelamatkan bumi, mulailah dari langkah kecil dan dari sekarang

Bayangkan setiap kali berbelanja di supermarket atau pasar tradisional, kita pasti pulang dengan membawa tentengan kantong plastik. Sampai di rumah, tak jarang kantong plastik itu dibuang begitu saja. Kita mungkin tak terlalu peduli kalau sampah ini tak bakal membusuk dan bisa berdampak buruk bagi lingkungan, terutama kantong kresek hitam. Tahun lalu, Badan POM RI telah mengeluarkan peringatan keras agar kita tidak lagi menggunakan kantong plastik daur ulang ini untuk mewadahi langsung makanan siap santap.

Inilai saatnya kita harus segera berbuat sesuatu untuk mengurangi beban lingkungan. Tak usah muluk-muluk melakukan hal besar, kita bisa memulainya dari langkah kecil dan sederhana, misalnya dengan mengubah kebiasaan belanja kita.

Tip belanja ramah lingkungan, antara lain :
  1. Usahakan membawa tas belanja dari rumah, karena akan mengurangi konsumsi kantong plastik. Beberapa tempat belanja bahkan telah menyiapkan tas belanja kain bahkan kardus untuk barang belanjaan yang banyak
  2. Bawalah wadah khusus penyimpanan makanan yang kedap udara. Untuk sayuran, daging atau ikan, mintalah penjual untuk menyimpan langsung di wadah tersebut.Pastikan wadah tersebut memiliki tutup yang cukup rapat, sehingga Anda tidak perlu memindahkannya lagi sebelum disimpan di lemari es. Mobil anda pun bebas bau tak sedap.
  3. Jika ingin membeli lauk atau jajanan berkuah seperti bakso atau soto ayam, tak ada salahnya anda selalu siap membawa wadah yang jenis tutup yang rapat dan kedap cairan. Dengan begitu, aroma makanan tidak hilang, mutu tetap terjaga dan kuahnya tidak tumpah.
Langkah ini bisa menjadi salah satu wujud nyata sebagai tanggung jawab kita untuk menyelamatkan bumi.

Bayangkan jika semua orang melakukan hal yang sama, pastilah wajah bumi ini akan kembali tersenyum.

Selasa, 15 Februari 2011

TRIK MENGHEMAT

1. Lampu penerangan
  • Gunakan lampu hemat energi.
  • Matikan lampu bila tidak diperlukan.
  • Lengkapi lampu TL (tabung panjang) dengan kondensor.
2. Peralatan Televisi, Radio dan Tape Recorder
Nyalakan televisi, radio dan tape recorder Anda bila benar-benar ingin ditonton atau didengarkan dan segera matikan bila sudah tidak dipergunakan.

3. Lemari Es
Setiap penurunan suhu (temperature) untuk mendinginkan isi lemari es memerlukan tambahan energi listrik. Agar tidak terlalu boros penggunaan listriknya :
  • Pilihlah lemari es/freezer yang hemat energi.
  • Jangan masukkan makanan/minuman yang masih panas ke dalam kulkas/freezer.
  • Atur suhu udara sesuai kebutuhan. Suhunya jangan terlalu rendah, karena akan semakin banyak mengkonsumsi listrik.
  • Tempatkan kulkas/freezer di tempat yang jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari).
  • Tutup rapat dan buka seperlunya pintu lemari es/freezer.
  • Isi secukupnya (jangan terlalu penuh) agar peredaran udara dingin tidak terhambat.
  • Bersihkan ruang freezer secara rutin sesuai kebutuhannya (Baca petunjuk penggunaan lemari es)

4. Mesin Cuci
Gunakan mesin cuci bila jumlah cucian sudah sesuai dengan kapasitas mesin cuci. Biasanya untuk ukuran rumah tangga mesin kapasitas mesin cuci adalah 6-9 kg.

5. Pendingin Ruangan (AC)
Menggunakan Pendingin Udara (AC) sama halnya dengan lemari es/freezer, semakin rendah suhu ruangan yang dikehendaki, maka makin banyak energi listrik yang digunakan.
  • Gunakan kapasitas AC sesuai dengan ukuran ruangan.
  • Mengatur suhu ruangan sesuai keperluan, jangan terlalu dingin. Untuk suhu ruang kerja, gunakan suhu 24-26 derajat celcius. Untuk ruang tidur, gunakan suhu 27-28 derajat celcius.
  • Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.

6. Kompor, Rice Cooker, dan Oven Listrik
Rencanakan dengan baik masakan yang ingin Anda buat, agar waktu menyala alat-alat ini bisa seminimal mungkin.

7. Pemanas Air Listrik untuk Mandi (Water Heater)
  • Jangan biarkan pemanas air menyala sepanjang hari.
  • Nyalakan listrik beberapa saat sebelum digunakan dan segera matikan kembali bila tidak dibutuhkan.

8. Pompa Air
Pompa air menggunakan motor listrik dengan daya yang cukup besar. Untuk menghemat listrik, gunakanlah pompa air sesuai kebutuhan. Gunakan tangki penampung air, agar pompa air listrik bisa dipergunakan lebih teratur. Usahakan tidak menyalakan pompa air kalau air di tangki penampung masih bisa memenuhi kebutuhan. Pergunakan ukuran pipa air sesuai standar dari mesin pompa air yang biasanya menggunakan 3/4-1" untuk pompa air rumah tangga, hal ini dimaksudkan agar pengisian maksimal dan waktu pengisian lebih singkat.

9. Seterika Listrik
Saat ini hampir semua setrika listrik sudah dilengkapi dengan alat pembatas panas yang dapat menghidupkan dan mematikan aliran listrik secara otomatis. Untuk menghemat listrik, gunakan setrika listrik dengan panas sesuai kebutuhan jenis bahan pakaian. Data dapat dilihat pada alat setrika dan label pada pakaian.

10. Penghisap Debu (vacuum cleaner)
  • Bersihkan saringan debu secara rutin agar motor listrik tidak bekerja lebih berat (karena akan menggunakan energi listrik lebih banyak).
  • Gunakan vacuum cleaner untuk tempat-tempat yang sesuai kebutuhan.
  • Matikan vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor karena kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja alat itu.

11. Kipas Angin
  • Buka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah.
  • Pilih kipas angin yang dilengkapi pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan.
  • Atur kecepatan kipas angin sesuai kebutuhan.
  • Matikan kipas angin bila tidak diperlukan.

Kamis, 10 Februari 2011

TANGGUH MENGHADAPI PHK

PHK atau pemutusan hubungan kerja bagi sebagian besar pekerja merupakan momok yang menakutkan. Namun kalau mimpi buruk itu terjadi, harus dihadapi dengan kepala dingin agar tetap bisa bersikap rasional. Berikut ini beberapa kiat dalam menghadapi gelombang PHK, yang bisa menerpa siapa saja.
  1. Pelajari alasan PHK. Karena, PHK secara sepihak tanpa alasan yang jelas dan logis dapat diperkarakan. Tanyakan pada pejabat personalia tentang hal itu.
  2. Tumbuhkan empati atau sikap memahami posisi orang lain. menjadi pemilik perusahaan itu jauh lebih pusing di saat-saat sulit seperti sekarang.
  3. Tetaplah menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang masih bekerja di perusahaan lama.
  4. Tidak terpancing ikut-ikutan mendemo keputusan perusahaan. Selesaikan hak dan tanggung jawab Anda bersama manajemen perusahaan secara baik-baik.
  5. Lekas mengantisipasi kondisi keuangan yang makin menipis. Di antara tantangan pasti ada peluang. Cari peluang bisnis yang kiranya dapat tumbuh.
  6. Dalam kaitannya dengan butir e, pikirkan kemungkinan bergabung dengan teman-teman senasib untuk memulai wirausaha yang inovatif. Bukankah gabungan pesangon merupakan modal yang potensial ? Perhitungkan konsekuensi dan preseden buruk yang mungkin muncul di masa depan.
  7. Komunikasikan rencana Anda dengan anggota keluarga yang lain. Mintalah pengertian dan dukungan mereka.
  8. Prioritaskan belanja kebutuhan makanan anak. Diversifikasikan menu makanan sehari-hari, baik bahan maupun cara memasaknya. Anda tahu harga susu makin menanjak, sementara minyak goreng makin sulit ditemukan, kalaupun ada harganya mahal.
  9. Pastikan rencana kerja Anda efektif dan terukur, baik kemampuan maupun periode waktunya. Hindarkan berutang dan berhati-hatilah dalam investasi.
  10. Tawakal dan sumeleh (Jawa: pasrah tapi tetap antusias). Agar berhasil  melalui masa-masa kritis, perlu kesetiaan dalam proses dan berdaya tahan kuat. Ingat, tiada kesuksesan yang dibangun tanpa kerja keras.
Selamat berjuang !